
Pada tanggal 25 Maret 2021, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Masyarakat dan Pelatihan Biopori. Bapak Sorja Koesuma, S.Si., M.Si merupakan perwakilan dari Pusat Studi Bencana LPPM UNS yang menjadi narasumber pada kegiatan yang bertempat di Balai Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
Pada kesempatan ini, Bapak Sorja Koesuma, S.Si., M.Si menyampaikan materi dengan fokus utama tentang Konservasi Tanah dan Air. Materi meliputi geologi dan hidrologi; cekungan air tanah (Karanganyar-Boyolali); konservasi sumber daya air; kegiatan konservasi air tanah; serta contoh kasus. Dilihat dari geologinya, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri terdiri dari alluvium tua dan alluvium. Lokasi ini merupakan daerah imbuhan air tanah yang tidak untuk dikembangkan bagi berbagai keperluan kecuali untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat. Pembuatan sumur diijinkan pada kedalaman < 30 m dengan debit 100 m3/bulan/sumur, dan 2 liter/detik/kepala keluarga. Konservasi sumber daya air merupakan usaha untuk memelihara keberadaan, sifat, dan fungsi, serta keberlanjutan sumber daya air supaya senantiasa tersedia dalam kualitas dan kuantitas yang memadai guna memenuhi kebutuhan makhluk hidup baik di masa sekarang maupun masa yg akan datang. Tujuan utama konservasi, yaitu (1) pencegahan bencana banjir dan kekeringan; (2) menjaga keseimbangan dan ketersediaan SDA; (3) pencegahan erosi dan sedimentasi.
Kegiatan konservasi sumber daya air terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu konservasi secara vegetatif, konservasi secara mekanis, dan konservasi secara kimiawi. Selain itu, kegiatan konservasi juga dapat dilakukan dengan pengawetan air berupa kegiatan memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air, baik air permukaan maupun air tanah sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Pengelolaan kuantitas air permukaan seperti pemanenan air hujan, biopori, menjaga daerah resapan, waduk, embung, dll). Sedangkan pengelolaan kuantitas air tanah seperti perijinan pengeboran, menjaga keseimbangan recharge dan discharge area, dll. Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dilakukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang berada pada sumber air dengan cara memperbaiki kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber air.