{"id":2936,"date":"2025-10-04T06:26:17","date_gmt":"2025-10-04T06:26:17","guid":{"rendered":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/?p=2936"},"modified":"2025-10-04T06:26:19","modified_gmt":"2025-10-04T06:26:19","slug":"desa-pucung-siapkan-desa-tangguh-bencana-melalui-pemasangan-ews-tanah-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/?p=2936","title":{"rendered":"Desa Pucung Siapkan Desa Tangguh Bencana Melalui Pemasangan EWS Tanah Longsor"},"content":{"rendered":"\n<p>Wonogiri \u2013 Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri memulai rangkaian kegiatan Kosabangsa 2025 dengan agenda pemasangan&nbsp;<em>Early Warning System<\/em>&nbsp;(EWS) tanah longsor.&nbsp;Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan Model Desa Tangguh Bencana (Destana) berbasis kearifan lokal yang melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Pucung sebagai mitra utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemasangan EWS tanah longsor dilakukan di lokasi rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tanah longsor. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada warga sehingga dapat meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian material.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-27-at-11.25.27-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2937\" srcset=\"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-27-at-11.25.27-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-27-at-11.25.27-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-27-at-11.25.27-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-27-at-11.25.27-1.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEWS longsor adalah bentuk nyata sinergi antara teknologi dan kearifan lokal. Harapannya, masyarakat Desa Pucung semakin tangguh menghadapi ancaman bencana,\u201d ujar Ketua FPRB Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Bapak Triyanto, S.ST.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses pemasangan, kegiatan ini turut melibatkan pakar EWS, Dr. Ir. Sorja Koesuma, S.Si., M.Si dari Pusat Penelitian dan Penanggulangan Bencana Universitas Sebelas Maret (P3B LPPM UNS), yang memberikan pendampingan teknis dan keilmuan. Menurutnya, keberadaan EWS tanah longsor tidak hanya sekadar alat deteksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi lokal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"904\" height=\"508\" src=\"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-21.02.24.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2938\" srcset=\"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-21.02.24.jpeg 904w, https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-21.02.24-300x169.jpeg 300w, https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-21.02.24-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>.<\/p>\n\n\n\n<p>Program\u00a0Kosabangsa 2025 adalah program pendanaan dari Kementerian Pendidikan TInggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang bertujuan mendorong kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Masyarakat untuk penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, dengan fokus pada ekonomi hijau, biru, energi, kesehatan, dan swasembaga pangan. Pada kegiatan ini, Universitas Duta Bangsa Surakarta bertindak sebagai pelaksana, didukung oleh pendamping dari Universitas Sebelas Maret (UNS), serta melibatkan pemerintah desa, FPRB, dan masyarakat Desa Pucung. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah rawan bencana lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wonogiri \u2013 Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri memulai rangkaian kegiatan Kosabangsa 2025 dengan agenda pemasangan&nbsp;Early Warning System&nbsp;(EWS) tanah longsor.&nbsp;Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan Model Desa Tangguh Bencana (Destana) berbasis kearifan lokal yang melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Pucung sebagai mitra utama. Pemasangan EWS tanah longsor dilakukan di lokasi rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tanah longsor. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada warga sehingga dapat meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian material. . \u201cEWS longsor adalah bentuk nyata sinergi antara teknologi dan kearifan lokal. Harapannya, masyarakat Desa Pucung semakin tangguh menghadapi ancaman bencana,\u201d ujar Ketua FPRB Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Bapak Triyanto, S.ST. Dalam proses pemasangan, kegiatan ini turut melibatkan pakar EWS, Dr. Ir. Sorja Koesuma, S.Si., M.Si dari Pusat Penelitian dan Penanggulangan Bencana Universitas Sebelas Maret (P3B LPPM UNS), yang memberikan pendampingan teknis dan keilmuan. Menurutnya, keberadaan EWS tanah longsor tidak hanya sekadar alat deteksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi lokal. . Program\u00a0Kosabangsa 2025 adalah program pendanaan dari Kementerian Pendidikan TInggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang bertujuan mendorong kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Masyarakat untuk penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, dengan fokus pada ekonomi hijau, biru, energi, kesehatan, dan swasembaga pangan. Pada kegiatan ini, Universitas Duta Bangsa Surakarta bertindak sebagai pelaksana, didukung oleh pendamping dari Universitas Sebelas Maret (UNS), serta melibatkan pemerintah desa, FPRB, dan masyarakat Desa Pucung. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah rawan bencana lainnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[123,125,124],"class_list":["post-2936","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-ews","tag-kosabangsa","tag-tanah-longsor"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2936"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2939,"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2936\/revisions\/2939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/p3b.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}